Ustadz Soni Parsono Ajak Jamaah untuk Selektif

>> Download <<
Dusun Belangkulon, Desa Jonggrangan, yang semula senyap mendadak ramai. Keramaian tersebut tentu bukan tanpa alasan mengingat malam itu akan digelar Tabligh Akbar Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Sekitar pukul delapan malam, dentuman rebana Grup Hadrah Janur dari Karanganom mulai memecah keheningan. Syair-syair nan indah untuk baginda Muhammad SAW mengangkasa, seolah ingin mengajak orang-orang yang mendengarnya untuk hadir di Masjid Nurul Fajri. Puluhan orang yang telah hadir di serambi masjid pun semakin khusuk menyenandungkan qosidah.
Selepas pembacaaan maulid berlangsung, beberapa sambutan pun disampaikan. Sebelum sambutan terakhir usai, penceramah yang akan memberika tausiyah pada malam tadi pun datang dengan pakaian kebesarannya. Lengkap dengan imamah berwarna putih. Ya, beliau adalah Ustad Soni Parsono yang juga merupakan Direktur Radio Alhidayah-Solo.
Pada bagian awal ceramahnya, Ustad Soni memaparkan beberapa landasan hukum maulid di dalam Islam. Menurut beliau, di dalam Alqur’an sendiri terdapat beberapa cerita mengenai para nabi. Di antaranya dalam Surat Hud ayat 120.
“Dan kami kata Allah, ceritakan kisah-kisah para rosul”, ujar beliau. “Kita membaca maulid itu tujuannya untuk mengokohkan keimanan kita terhadap Nabi Muhammad SAW”, lanjut Ustad Soni. Beliau juga mengemukakan tentang sejarah membunyikan rebana, yakni ketika Rosululloh SAW hijrah ke bumi Madinah.
Selain itu, Ustad Soni memaparkan beragamnya aliran Islam yang ada di Solo Raya. Bahkan, jumlahnya mecapai 83 aliran menurut salah satu penelitian dari IAIN Surakarta. Oleh karena itu, beliau menyarankan agar hadirin mengikuti aliran yang jelas.

Ketika belajar tafsir Al-Qur’an misalnya, beliau menganjurkan untuk menanyakan nama kitab yang dipakai sebagai rujukan. Jika ternyata kitab yang dipakai merupakan kitab tafsir yang mashur seperti Tafsir Jalalain dan Tafsir Ibn Katsir, maka ikutilah. Sebaliknya, jika tafsirannya hanya menurut sang guru tanpa disandarkan pada tafsir para mufasir yang telah mashur, maka tinggalkanlah. Ilmu tafsir ada puluhan cabang, salah satunya asbabunnuzul atau sebab turunnya ayat. “Orang tidak paham asbabun nuzul, kon (suruh-red) maknani Qur’an, insyaallah keliru”, tegas Ustad Sony.

Oleh sebab itu, jamaah dianjurkan untuk selektif ketika mengikuti suatu aliran atau firqoh.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.